Namun,apa yang terlihat di klasemen, sejatinya sudah 'meramalkan' akan seperti apa pertandingan nanti berjalan.Tapi,rupanya buat para punggawa Milan sepertinya itu semua hanya dianggap sebagai 'angka-angka' yang sama sekali tidak perlu dikhawatirkan.Melihat siapa yang datang ke San Siro,mereka sepakat ada hal yang lebih penting untuk disimpan dikepala mereka,dibanding sekedar meratapi posisi mereka di klasemen Seri-A saat itu.Ya,Juventus tetaplah Juventus.Jangan pernah ada ruang untuk berbuat kesalahan sedikitpun saat melawan mereka,atau kamu akan melihat bola itu tiba-tiba bersarang di gawang mu,dan membuatmu semakin menderita.Boleh kalah dari tim lain,tapi tidak oleh tim dari kota Turin itu,pikir mereka.
Dan,apa yang telah 'diramalkan' oleh klasemen seri-A saat itu akhirnya benar-benar terjadi.Pada awalnya,semuanya terlihat seperti berjalan sesuai dengan rencana.Arrigo Sacchi yang berada di bench pun sepertinya yakin dirinya akan memberi 'sedikit pelajaran' untuk Marcello Lippi.Begitu peluit tanda dimulainya pertandingan berbunyi,Milan,yang mengandalkan Marco Simone dan Christophe Dugarry sebagai ujung tombak langsung mengurung pertahanan Juventus.Namun,pertahanan ketat Juventus yang digalang Ciro Ferrara,Sergio Porrini,Mark Iuliano dan Dimas Teixeira tampil bak tembok kokoh yang berdiri tepat didepan Angelo Peruzzi.
Sesudah 15 menit laga berjalan,Milan mulai terlihat ketar-ketir.Semua upaya Duggary,Simone,Savicevic hingga kreasi Zvonimir Boban seperti tidak menghasilkan apa-apa.Juventus pun perlahan tapi pasti mulai terlihat mengendalikan jalannya pertandingan.Milan mulai limbung.Akhirnya,pada menit ke-19,Christian Vieri,yang menerima umpan dari sisi kiri pertahanan Milan berhasil mengecoh pertahanan Milan.Dengan kecepatan nya,Vieri berhasil melepaskan diri dari penjagaan Franco Baresi.Setelah berhasil mengecoh si pemilik No.6 itu,Bobo Vieri langsung menendang bola ke arah gawang.Tapi,Sebastiano Rossi walaupun dengan susah payah akhirnya berhasil memblok tendangan Vierri.Bola yang di blok Rossi pun bergulir beberapa meter dihadapan kiper Milan itu.Dan akhirnya bencana bagi Milan pun dimulai.Luput dari penjagaan para pemain Milan,Vladimir Jugovic,gelandang Juventus itu merangsek kedalam kotak penalti Milan dan tanpa membuang waktu langsung menendang bola rebound tersebut.Para pendukung Milan pun terdiam.1-0 untuk Juve.
Tunggang langgang nya pertahanan Milan semakin menjadi ketika pada menit ke-32,Alen Boksic berhasil lepas dari penjagaan Paolo Maldini.Bek Milan yang dikemudian hari menjadi salah satu simbol Milan itu seperti tidak ingin mengambil resiko.Ia pun berusaha merebut bola dari kaki Alen Boksic yang berujung dengan jatuhnya striker berkebangsaan Kroasia itu.Kesalahan Maldini adalah,ia melakukan itu bukan digaris tengah lapangan,tapi hanya beberapa meter saja didepan Sebastiano Rossi,ya tepat didekat titik putih dikotak penalti Milan.Tanpa ampun,Stefano Braschi yang memimpin laga itu langsung menunjuk titik putih.Zinedine Zidane,yang baru didatangkan Juve dari Bordeaux pun maju sebagai eksekutor dan berhasil mengecoh Sebastiano Rossi, yang sepertinya mulai merasa "tidak nyaman" dengan gol kedua Juve itu.Kiper Milan itu seperti mulai merasakan "ada yang tidak beres" dengan permainan Milan saat itu.Juventus 2,Milan 0.
Milan sendiri sebenarnya memiliki beberapa peluang lewat Marco Simone,tendangan bebas Zvonimir Boban ataupun tendangan jarak jauh yang dilepaskan oleh Marcel Desailly,namun semuanya itu masih dapat dimentahkan oleh Angelo Peruzzi.Pada menit ke-51,Vladimir Jugovic kembali menunjukkan betapa Milan seharusnya tidak lagi terlalu berharap kepada Franco Baresi.Tendangan gelandang Juventus itu kembali merobek gawang Milan untuk kali ketiga.Dibangku cadangan Milan,wajah-wajah putus asa dengan mudah terlihat.Dan akhirnya,salah satu momen yang sangat ditunggu-tunggu pun tiba.Saat laga sudah memasuki menit 60,Arrigo Sacchi akhirnya memutuskan untuk mengganti Jesper Blomqvist dengan sang maestro yang notabene adalah mantan punggawa Juventus.Dia adalah Roberto Baggio.
Tapi, lagi-lagi Christian 'Bobo' Vieri benar-benar menjadi momok bagi pertahanan Milan.Pada menit ke-71,setelah lolos dari perangkap offside para pemain belakang Milan,Vieri yang menerima umpan lambung Alessio Tacchinardi (akhirnya terpilih menjadi Man Of The Match pada pertandingan tersebut) dengan dingin mengelabui Sebastiano Rossi yang berusaha menutup pergerakannya.Hanya berselang 2 menit setelah gol Vierri,Nicola Amaruso yang masuk menggantikan Alen Boksic pun ikut-ikutan menambah derita Milan.Gol Amaruso berawal dari tendangan keras Jugovic yang gagal ditangkap dengan sempurna oleh Rossi.Pada menit ke 76,akhirnya Marco Simone berhasil menjebol gawang Angelo Peruzzi setelah menerima umpan tendangan sudut yang dilakukan oleh Roberto Baggio.Tapi itu belum berakhir,karena 10 menit menjelang laga berakhir,Christian Vierri lagi-lagi berhasil memenangi duel dengan Franco Baresi dan membuat Sebastiano Rossi kembali memungut bola dari gawang nya untuk kali keenam.Saking kesalnya,mungkin saja saat itu Sebastiano Rossi bergumam bahwa saat itu mereka seperti sedang berhadapan dengan tim dari planet lain.
Itu adalah kekalahan kandang terburuk bagi Milan.Dan Milan 1996/1997 sepertinya adalah Milan yang begitu menderita.Itu adalah saat-saat yang sulit untuk rossoneri.Setelah tersingkir dari kancah liga Champion-karena hanya berada diperingkat ke-tiga group D dibawah FC Porto dan Rosenborg-Milan harus menerima kenyataan pahit,begitu musim kompetisi seri-A berakhir,mereka harus rela mendapati posisi mereka berada di peringkat ke-11 !!,dibawah tim-tim seperti Atalanta,Vicenza dan Bologna.Milan pun kemudian berbenah.Memasuki musim kompetisi 1997/1998,beberapa pemain baru masuk,diantaranya Patrick Kluivert,Maurizio Ganz,Christian Ziege,Ibrahim Ba,Andre Cruz,dan satu sosok pemain yang dikemudian hari menjadi salah satu elemen penting Milan di lini tengah,yaitu Leonardo.Manajemen Milan pun kembali memanggil Fabio Capello yang pada musim sebelumnya sukses menukangi Davor Suker cs di Real Madrid.
Tapi,satu hal lagi,pada musim kompetisi 1996/1997,saat itu ada satu momen yang mungkin saja dikemudian hari akan disesali oleh Milanisti seumur hidup.Anda tahu apa itu?Ya, itu adalah menyangkut seorang anak muda berumur 20 tahun yang karena 'ketidaksabaran' Milan, akhirnya diputuskan untuk dijual ke Arsenal.Anda tahu siapa dia?ya,dia adalah Patrick Vieira.Anda tidak perlu terlalu jauh melihat kebelakang untuk mengingat kehebatan sosok pemain satu ini,bukan?
0 komentar:
Posting Komentar